Senin, 19 November 2012

Auto Biografi

     Di suatu hari pada tanggal 24 februari 1993,saya lahir disuatu rumah sakit yang berada di kawasan Jakarta selatan tepatnya di daerah Pancoran. Allamdulillah saya lahir dalam keadaan sehat,walaupun dilahirkan dengan cara yang berbeda yaitu dengan proses pelahiran sesar.
Lalu saya diberi nama oleh orang tua saya dengan nama Syahroni,dan saya tumbuh dan berkembang di Jakarta. Ayah saya dulu bekerja sebagai karyawan swasta di PT. United Dico Citas yang bergerak di bidang farmasi,dari situlah ayah saya menafkahi saya,ibu saya,kakak saya,dan adik saya.
     Saya mempunya 2 saudara,yang pertama adalah kakak saya yang bernama Yusmal Meidyanto. Umur kami pun tidak terpaut jauh hanya selisih 2 tahun dengan umur saya,dan yang terakhir adalah Nur Ina Putri,berbeda dengan selisih saya dan kakak saya selisih saya dan Putri pun terpaut jauh berkisar 5 tahun.
     Pertama kali saya mengambil pendidikan di TK. Anizomiyah Jakarta selama satu tahun,setelah menyelesaikan sekolah di jenjang TK(Taman Kanan-Kanak) orang tua saya menyekolahkan saya di SDN 05 Pagi Ps. Minggu dan Alhamdulillah saya dapat mengikuti pembelajaran di SD tersebut dengan antusias dan selalu menjadi 3 besar di kelas. Setelah lulus SD saya pun melanjutkan ke SMP(Sekolah Menengah Pertama) di kalangan Jakarta Selatan tepatnya di Pejaten Barat dan SMP tersebut bernama SMPN 227 Jakarta,setelah sekian lama saya menjalani pembelajaran di sekolah tersebut ternyata nasib baik tidak berpihak kepada saya karena orang tua saya berpindah rumah ke daerah yang cukup jauh yaitu di daerah Cinere-Depok. Sebenarnya saya kecewa dengan keputusan mereka berpindah ke daerah yang cukup jauh dengan sekolah saya,tetapi saya harus menerimanya dengan ikhlas karena di balik itu semua pasti ada jalan yang terbaik untuk saya. Dan mungkin kedua orang tua saya merasa kasihan kepada saya karena setiap hari harus berangkat ke sekolah pagi-pagi buta dan sampai kembali ke rumah saat petang,mulai saat itu lah orang tua saya berfikir untuk memindahkan sekolah saya ke daerah Depok dan keinginan merekapun terealisasikan dan akhirnya sekolah saya pun di pindahkan ke SMP PGRI 1 Depok.
     Setelah lulus SMP saya meneruskan ke SMAN 6 Depok,tetapi ternyata di SMA tersebut saya di haruskan untuk masuk siang maka dari itu saya tidak jadi masuk ke SMA tersebut dan memutuskan untuk mencari sekolah yang jam belajarnya pagi hari untuk itu saya memutuskan masuk ke SMK Tadika Pertiwi dan saya mengambil jurusan Rekayasa Perangkat Lunak yang bergerak di bidang aplikasi komputerisasi.
     Saat kelas satu SMK saya dicalonkan oleh wali kelas untuk menjadi calon anggota OSIS,dan setelah terpilih menjadi anggota OSIS saya baru tau bagaimana susahnya menghimbau anak-anak satu sekolah untuk mengembangkan kreasi dan inovasinya di mading, karena saya di tempatkan di SekBid VII yaitu bidang Kesegaran Jarmani dan Kreasi. Dan selain itu saya di tunjuk untuk menjadi Ketua di Lab. Komputer sekolah dan tentu saja saya tidak bekerja sendiri, saya di bantu oleh 11 teman dan tentunya guru komputer saya untuk merombak Lab. Komputer yang sebelumnya peletakan posisinya sangat tidak strategis karena banyak kabel-kabel LAN yang berserakan.
     Saya dan teman-teman membereskan Lab. Komputer setiap hari Jum’at setelah pulang sekolah dan Minggu Pagi, jadi yang seharusnya anak-anak lain libur kami tidak libur karena mempunyai tanggung jawab untuk merombak Lab. Selain kami merombak Lab, kami juga mendapatkan ilmu yang lebih dari perombakan Lab tersebut yang belum tentu anak-anak sebaya seperti kami mengerti itu (belum tentu loh, bukan tidak mungkin ada yang lebih mengerti dari kami karena ilmu itu bisa dipelajari tanpa mengenal batasan umur). Selang beberapa minggu lab pun selesai dan kami mendapatkan reward dari kepala sekolah berupa 5 unit komputer, 1 unit AC, dan 2 kipas angin tambahan untuk di lab, karena memang di lab hanya ada 15 unit komputer dan 1 unit AC. Dan tidak sampai disitu saja,kami pun mendapat reward dari guru pembimbing lab yaitu di traktir makan bakso raksasa yang waktu itu harganya Rp. 25.000/porsi mungkin bagi kebanyakan orang harga itu tidak mahal,tapi bagi kami anak-anak SMK uang sebanyak itu sangat disayangkan kalau hanya untuk makan satu porsi bakso.
     Dan tak terasa kami pun sudah naik ke bangku kelas dua SMK,dan saya pun kembali di promosikan untuk menjadi Ketua Osis. Mulai dari situlah teman-teman saya mendukung saya untuk menjadi ketua osis walaupun sebenarnya saya tidak ingin menjadi ketua osis karena saya tau menjadi ketua osis itu tidak mudah dan tanggung jawab sebagai ketua osis itu sangat berat, tetapi saya tidak ingin mengecewakan teman-teman saya akhirnya saya menerima permintaan wali kelas saya tersebut untuk menjadi kandidat calon ketua osis periode 2010-2011.
     Ternyata dari kelas-kelas lainpun banyak sekali yang berminat untuk menjadi ketua osis,dan setelah mempormosikan diri dan member tahu visi dan misi masing kandidat tiba saatnya penghitungan pemasukan suara. Saat-saat yang menegangkan pun tiba,yaitu saat-saat pengumuman siapa yang menjadi Ketua Osis periode 2010-2011 dan saya pun kaget ternyata yang disebutkan itu adalah nama saya,teman-teman saya pun berteriak “wihh Roni menanggg! Makan-makan nih.” Dalam hati saya berkata “lah kan sebenarnya saya tidak mau menjadi ketua osis, kalian semua saja yang menyalonkan saya makanya saya terus maju karena takut mengecewakan kalian semua, kenapa sekarang disuruh traktir makan-makan? Hahaha”. Selain menjadi Ketua Osis saya pun masih menjabat menjadi Ketua Lab. Komputer dan saya pun terpilih kembali menjadi Ketua kelas. Mulai dari situlah saya merasa banyak sekali saingan yang ingin menjatuhkan saya dengan cara yang tidak baik, akhrinya saya memutuskan untuk berhenti menjadi ketua Lab. Komputer karena saya takut tidak dapat menangani semua masalah tersebut dengan bersamaan, selain itu juga setiap pulang sekolah saya harus kerja part time di sebuah warnet di daerah cinere untuk tambahan membeli buku-buku yang notabene harganya semakin hari semakin mahal agar saya tidak merepotkan orang tua saya. Banyak sekali hikmah dari kejadian itu,saya saya jadi mengerti cara memilih teman yang baik dan tidak baik,baik dalam cara bergaul, cara melihat guru-guru yang tidak bisa menerima saran dan kritik dari muridnya, saya juga merasakan bagaimana susahnya mencari uang, dan banyak hal-hal lain yang tidak bisa saya ceritakan satu per satu.
     Tak lama kemudian saya mendapat kabar dari pacar saya yang berkuliah di Universitas Gunadarma bahwa ternyata di kampus tersebut sedang mengadakan lomba merakit komputer khusus SMK atau sederajat dan saya pun menyebarkan berita itu kepada anak-anak yang ingin mengikuti lomba tersebut. Dan saya kaget ternyata yang berminat hanya sedikit hanya 2 orang,saya dan teman saya yang lain lebih memilih untuk mendukung atau mensupport dari belakang saja. Alhamdulillah saya berhasil membawa pulang Juara ke tiga dari sekian banyak orang yang mengikuti lomba tersebut,tetapi saya sangat kecewa karena juara yang diambil hanya juara pertama saja dan bagi juara pertama hadiahnya adalah beasiswa berkuliah di Universitas tersebut. Dari situlah saya mulai belajar, belajar, dan belajar supaya pada lomba-lomba yang akan datang saya dapat membawa nama baik sekolah saya. Sayapun mendapat kabar lagi dari Kepala Program Lab. Komputer bahwa ada pelatihan pembuatan Web Design dan pelatihan membuat Robot di Universitas Pancasila. Awalnya saya sangat senang karena banyak dari teman-teman saya ingin mengikuti lomba tersebut,tetapi saya sedih karena teman-teman hanya ingin mengambil pelatihan membuat robot saja,karena sudah terlalu banyak yang ingin mengambil pelatihan membuat robot akhirnya saya mengalah untuk mengambil pelatihan membuat Web Design dan tidak mengikuti pelatihan membuat robot tersebut padahal saya ingin sekali mengikutinya.
     Dan tak terasa kami pun sudah duduk di kelas tiga SMK,semua kegiatan yang kami lakukan harus di hentikan termasuk kerja partime saya, supaya lebih fokus untuk mempersiapkan Ujian Nasional. Setelah setelai pengumuman kelulusan kami mengadakan syukuran bersama di kediaman teman di daerah Gandul-Cinere. Setelah itu saya di tawarkan untuk magang di PT Indonesia Comnets Plus atau lebih dikenal dengan trade name-nya ICON+ yang didirikan pada tanggal 3 oktober 2000 sebagai anak perusahaan dari PT. PLN (Persero). ICON+ didirikan untuk mendukung perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi di Indonesia. Untuk menunjang bisnisnya sebagai perusahaan listrik, PLN telah membangun,mengoperasikan, dan memelihara infrastruktur telekomunikasi sendiri, yang terdiri dari kabel betegangan, jaringan radio microwave, dan sejak tahun 1994 mengembangkan jaringan broadband fiber optic digital. System telekomunikasi ini digunakan untuk komunikasi internal dan transmisi data bagi keperluan operasi tenaga listrik PLN di pulau jawa. Saat ini komunikasi data dan internet memainkan peranan penting dalam bisnis maupun dalam kegiatan masyarakat luas. Perkembangan teknologi dan besarnya permintaan menuntut tersedianya kapasitas yang lebih besar dan transmisi yang lebih cepat. Kenyataan yang dikemukakan di atasa menjadi dasar didirikannya ICON+. Sebenarnya saya magang di tempat yang salah,karena disekolah saya hanya mempelajari sedikit tentang jaringan dan disekolah saya hanya menitik beratkan ke aplikasi komputer saja sesuai dengan jurusan yang disediakan. Saya nekat mengambil tawaran tersebut karena saya ingin mengetahui bagaimana cara atau alur kerja dari PT PLN dan anak-anak dari PT PLN tersebut,banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dari teknisi-teknisi senior dari tempat magang tersebut yang tidak saya dapatkan dibangku sekolah saya sangat bersyukur karena guru saya bercerita kepada saya tidak gampang untuk masuk atau magang di perusahaan tersebut. Selain di tawarkan magang di perusahaan saya juga menerima undangan beasiswa di Politeknik Negeri Jakarta atau lebih dikenal dengan trade name-nya Poltek UI. Setelah selesai memenuhi syarat-syarat dan test dari kampus tersebut ternyata saya terpilih dan harus mengukuti persyaratan berikutnya, yaitu sesi wawancara langsung dengan kepala program Teknik Informatika dan saya bertanya kepada beliau “maaf pak kalau sudah sampe sesi wawancara seperti ini kemungkinan diterimanya berapa persen ya?” dan beliaupun menjawab “tenang saja kalau sudah sampai sesi wawancara seperti ini kemungkinan diterimanya 90%”. Mendengar jawaban dari beliau hati saya pun senang karena selain saya bisa kuliah dengan gratis dan tidak merepotkan orang tua saya pun mendapatkan uang tiap bulannya dari Universitas tersebut. Akhirnya pengumuman itu pun keluar via online ternyata saya tidak diterima di Universitas tersebut dan Universitas tersebut tidak memberikan alasan apapun kepada saya. Semenjak itu lah saya bingung mau mencari kuliah dimana yang biayanya tidak terlalu mahal agar tidak merepotkan orang tua,selang beberapa saat manager PT PLN (Persero) memberitahukan saya bahwa banyak teknisi-teknisi senior yang sedang meneruskan Sarjananya di Universitas IndraPrasta PGRI,semenjak itu lah saya melamar ke Universitas tersebut bersama teman saya. Dan saat melewati test dari unindra Alhamdulillah saya tidak mengalami kesulitan,hanya saja waktu yang diberikan terlalu cepat sehinggi membuat saya tergesa-gesa dalam mengerjakan test tersebut.
     Selang beberapa minggu setelah pengumuman kelulusan Unindra yaitu tepat pada hari minggu,saya dan teman saya sedang berbicara di halaman rumah dan tak disangka teman lama saya datang dengan mimic muka yang cemberut dan sedih. Saya dan teman sayapun bertanya-tanya ada apa gerangan dengan dia? Dan tak lama kemudian diapun mencertakan apa yang terjadi,ternyata dia habis tertangkap polisi karena tidak menggunakan helm dan tidak sampai disitu saja penderitaannya, sesampainya dirumah ia melihat ibunya terbaring lemah tak berdaya, karena ia sangat khawatir melihat keadaan ibunya akhirnya dia berinisiatif untuk membawa ibunya kerumah sakit terdekat.
     Sesampainya dirumah sakit ia pun duduk terdiam merenung memikirkan uang untuk biaya rumah sakit ibunya tersebut dan dia berinisiatif untuk meminjam ke sanak-saudaranya, tetapi hal itu sia-sia belaka saudara-saudaranya tidak ada yang memberikan apa yang diinginkan teman saya tersebut.
     Setelah dia mulai kelelahan karena mencari pinjaman kesana-kesini tanpa mendapatkan hasil ia pun duduk berfikir sambil berkata “kemana saya harus mencari uang untuk membayar uang berobat ibu?” dan akhirnya ia datang kerumah sayadan langsung menceritakan semua yang terjadi. Setelah ia selesai bercerita saya dan teman sayapun tersentuh untuk membantunya karena kami merasa iya sangat baik dengan saya. Maka dari itu kami berusaha mencari uang dengan cara apapun baik dengan meminjam ke teman lama ataupun dengan cara menjual jasa yang terpenting kami mendapatkan uang dengan cara yang halal dan niat kami pun baik untuk menolong teman yang ibunya sedang sakit.
     Setelah berjam-jam kemudia usaha kami meminjam uang ke teman lamapun membuahkan hasil,teman lama saya tersebut memberikan pinjaman uang dan kamipun langsung bergegas menuju ke rumah sakit tempat ibu teman kami dirawat tersebut. Dan sesampainya dirumah sakit kami bertigapun dikagetkan dengan kabar yang mengharukan, ternyata ibu dari teman kami tersebut menderita penyakit gagal ginjal dan diapun meninggal karena telat dibawa kerumah sakit,memang pernyakit ini sudah tidak asing didengar beberapa bulan yang lalu nenek sayapun mengidap penyakit yang sama seperti ibunya teman saya dan ia juga meninggal setelah seminggu dirawat di ruang ICU RSUP Fatmawati. Dan beberapa bulan sebelumnya juga bapak saya meninggal di dalam kereta api tetapi saya dan keluarga tidak tau apa penyebab meninggalnya bapak saya tersebut. Sebenarnya saya pun tidak percaya mendengar kabar tersebut,karena pada saat bapak saya meninggal saya sedang magang dan sedang berada di lapangan untuk memasang bandwidth di daerah bekasi barat di daerah kebalen. Mendengar kabar seperti itupun saya mencoba berbicara kepada teknisi senior saya dan Alhamdulillah dia mengerti keadaan saya dan akhirnya pemasangan bandwidth tersebut dilanjutkan esok hari karena malempun semakin larut saya langsung pulang dengan hati gundah gulana karena memikirkan bapak saya.
     Sesampai dirumah ternyata benar bapak saya sudah terbaring tak bernyawa di karpet dan banyak yang membacakan surat Yasin. Saya pun nangis bercampur tidak percaya bahwa benar bapak saya telah tiada, untungnya ada saudara-saudara saya yang menenangkan sekaligus menggibur saya dan keluarga saya untuk tetap bersabar menghadapi semua ini.

1 komentar: