Di
suatu hari pada tanggal 24 februari 1993,saya lahir disuatu rumah
sakit yang berada di kawasan Jakarta selatan tepatnya di daerah
Pancoran. Allamdulillah saya lahir dalam keadaan sehat,walaupun
dilahirkan dengan cara yang berbeda yaitu dengan proses pelahiran
sesar.
Lalu
saya diberi nama oleh orang tua saya dengan nama Syahroni,dan saya
tumbuh dan berkembang di Jakarta. Ayah saya dulu bekerja sebagai
karyawan swasta di PT. United Dico Citas yang bergerak di bidang
farmasi,dari situlah ayah saya menafkahi saya,ibu saya,kakak saya,dan
adik saya.
Saya
mempunya 2 saudara,yang pertama adalah kakak saya yang bernama Yusmal
Meidyanto. Umur kami pun tidak terpaut jauh hanya selisih 2 tahun
dengan umur saya,dan yang terakhir adalah Nur Ina Putri,berbeda
dengan selisih saya dan kakak saya selisih saya dan Putri pun terpaut
jauh berkisar 5 tahun.
Pertama
kali saya mengambil pendidikan di TK. Anizomiyah Jakarta selama satu
tahun,setelah menyelesaikan sekolah di jenjang TK(Taman Kanan-Kanak)
orang tua saya menyekolahkan saya di SDN 05 Pagi Ps. Minggu dan
Alhamdulillah saya dapat mengikuti pembelajaran di SD tersebut dengan
antusias dan selalu menjadi 3 besar di kelas. Setelah lulus SD saya
pun melanjutkan ke SMP(Sekolah Menengah Pertama) di kalangan Jakarta
Selatan tepatnya di Pejaten Barat dan SMP tersebut bernama SMPN 227
Jakarta,setelah sekian lama saya menjalani pembelajaran di sekolah
tersebut ternyata nasib baik tidak berpihak kepada saya karena orang
tua saya berpindah rumah ke daerah yang cukup jauh yaitu di daerah
Cinere-Depok. Sebenarnya saya kecewa dengan keputusan mereka
berpindah ke daerah yang cukup jauh dengan sekolah saya,tetapi saya
harus menerimanya dengan ikhlas karena di balik itu semua pasti ada
jalan yang terbaik untuk saya. Dan mungkin kedua orang tua saya
merasa kasihan kepada saya karena setiap hari harus berangkat ke
sekolah pagi-pagi buta dan sampai kembali ke rumah saat petang,mulai
saat itu lah orang tua saya berfikir untuk memindahkan sekolah saya
ke daerah Depok dan keinginan merekapun terealisasikan dan akhirnya
sekolah saya pun di pindahkan ke SMP PGRI 1 Depok.
Setelah
lulus SMP saya meneruskan ke SMAN 6 Depok,tetapi ternyata di SMA
tersebut saya di haruskan untuk masuk siang maka dari itu saya tidak
jadi masuk ke SMA tersebut dan memutuskan untuk mencari sekolah yang
jam belajarnya pagi hari untuk itu saya memutuskan masuk ke SMK
Tadika Pertiwi dan saya mengambil jurusan Rekayasa Perangkat Lunak
yang bergerak di bidang aplikasi komputerisasi.
Saat
kelas satu SMK saya dicalonkan oleh wali kelas untuk menjadi calon
anggota OSIS,dan setelah terpilih menjadi anggota OSIS saya baru tau
bagaimana susahnya menghimbau anak-anak satu sekolah untuk
mengembangkan kreasi dan inovasinya di mading, karena saya di
tempatkan di SekBid VII yaitu bidang Kesegaran Jarmani dan Kreasi.
Dan selain itu saya di tunjuk untuk menjadi Ketua di Lab. Komputer
sekolah dan tentu saja saya tidak bekerja sendiri, saya di bantu oleh
11 teman dan tentunya guru komputer saya untuk merombak Lab. Komputer
yang sebelumnya peletakan posisinya sangat tidak strategis karena
banyak kabel-kabel LAN yang berserakan.
Saya
dan teman-teman membereskan Lab. Komputer setiap hari Jum’at
setelah pulang sekolah dan Minggu Pagi, jadi yang seharusnya
anak-anak lain libur kami tidak libur karena mempunyai tanggung jawab
untuk merombak Lab. Selain kami merombak Lab, kami juga mendapatkan
ilmu yang lebih dari perombakan Lab tersebut yang belum tentu
anak-anak sebaya seperti kami mengerti itu (belum tentu loh, bukan
tidak mungkin ada yang lebih mengerti dari kami karena ilmu itu bisa
dipelajari tanpa mengenal batasan umur). Selang beberapa minggu lab
pun selesai dan kami mendapatkan reward dari kepala sekolah berupa 5
unit komputer, 1 unit AC, dan 2 kipas angin tambahan untuk di lab,
karena memang di lab hanya ada 15 unit komputer dan 1 unit AC. Dan
tidak sampai disitu saja,kami pun mendapat reward dari guru
pembimbing lab yaitu di traktir makan bakso raksasa yang waktu itu
harganya Rp. 25.000/porsi mungkin bagi kebanyakan orang harga itu
tidak mahal,tapi bagi kami anak-anak SMK uang sebanyak itu sangat
disayangkan kalau hanya untuk makan satu porsi bakso.
Dan
tak terasa kami pun sudah naik ke bangku kelas dua SMK,dan saya pun
kembali di promosikan untuk menjadi Ketua Osis. Mulai dari situlah
teman-teman saya mendukung saya untuk menjadi ketua osis walaupun
sebenarnya saya tidak ingin menjadi ketua osis karena saya tau
menjadi ketua osis itu tidak mudah dan tanggung jawab sebagai ketua
osis itu sangat berat, tetapi saya tidak ingin mengecewakan
teman-teman saya akhirnya saya menerima permintaan wali kelas saya
tersebut untuk menjadi kandidat calon ketua osis periode 2010-2011.
Ternyata
dari kelas-kelas lainpun banyak sekali yang berminat untuk menjadi
ketua osis,dan setelah mempormosikan diri dan member tahu visi dan
misi masing kandidat tiba saatnya penghitungan pemasukan suara.
Saat-saat yang menegangkan pun tiba,yaitu saat-saat pengumuman siapa
yang menjadi Ketua Osis periode 2010-2011 dan saya pun kaget ternyata
yang disebutkan itu adalah nama saya,teman-teman saya pun berteriak
“wihh Roni menanggg! Makan-makan nih.” Dalam hati saya berkata
“lah kan sebenarnya saya tidak mau menjadi ketua osis, kalian semua
saja yang menyalonkan saya makanya saya terus maju karena takut
mengecewakan kalian semua, kenapa sekarang disuruh traktir
makan-makan? Hahaha”. Selain menjadi Ketua Osis saya pun masih
menjabat menjadi Ketua Lab. Komputer dan saya pun terpilih kembali
menjadi Ketua kelas. Mulai dari situlah saya merasa banyak sekali
saingan yang ingin menjatuhkan saya dengan cara yang tidak baik,
akhrinya saya memutuskan untuk berhenti menjadi ketua Lab. Komputer
karena saya takut tidak dapat menangani semua masalah tersebut dengan
bersamaan, selain itu juga setiap pulang sekolah saya harus kerja
part time di sebuah warnet di daerah cinere untuk tambahan membeli
buku-buku yang notabene harganya semakin hari semakin mahal agar saya
tidak merepotkan orang tua saya. Banyak sekali hikmah dari kejadian
itu,saya saya jadi mengerti cara memilih teman yang baik dan tidak
baik,baik dalam cara bergaul, cara melihat guru-guru yang tidak bisa
menerima saran dan kritik dari muridnya, saya juga merasakan
bagaimana susahnya mencari uang, dan banyak hal-hal lain yang tidak
bisa saya ceritakan satu per satu.
Tak
lama kemudian saya mendapat kabar dari pacar saya yang berkuliah di
Universitas Gunadarma bahwa ternyata di kampus tersebut sedang
mengadakan lomba merakit komputer khusus SMK atau sederajat dan saya
pun menyebarkan berita itu kepada anak-anak yang ingin mengikuti
lomba tersebut. Dan saya kaget ternyata yang berminat hanya sedikit
hanya 2 orang,saya dan teman saya yang lain lebih memilih untuk
mendukung atau mensupport dari belakang saja. Alhamdulillah saya
berhasil membawa pulang Juara ke tiga dari sekian banyak orang yang
mengikuti lomba tersebut,tetapi saya sangat kecewa karena juara yang
diambil hanya juara pertama saja dan bagi juara pertama hadiahnya
adalah beasiswa berkuliah di Universitas tersebut. Dari situlah saya
mulai belajar, belajar, dan belajar supaya pada lomba-lomba yang akan
datang saya dapat membawa nama baik sekolah saya. Sayapun mendapat
kabar lagi dari Kepala Program Lab. Komputer bahwa ada pelatihan
pembuatan Web Design dan pelatihan membuat Robot di Universitas
Pancasila. Awalnya saya sangat senang karena banyak dari teman-teman
saya ingin mengikuti lomba tersebut,tetapi saya sedih karena
teman-teman hanya ingin mengambil pelatihan membuat robot saja,karena
sudah terlalu banyak yang ingin mengambil pelatihan membuat robot
akhirnya saya mengalah untuk mengambil pelatihan membuat Web Design
dan tidak mengikuti pelatihan membuat robot tersebut padahal saya
ingin sekali mengikutinya.
Dan
tak terasa kami pun sudah duduk di kelas tiga SMK,semua kegiatan yang
kami lakukan harus di hentikan termasuk kerja partime saya, supaya
lebih fokus untuk mempersiapkan Ujian Nasional. Setelah setelai
pengumuman kelulusan kami mengadakan syukuran bersama di kediaman
teman di daerah Gandul-Cinere. Setelah itu saya di tawarkan untuk
magang di PT Indonesia Comnets Plus atau lebih dikenal dengan trade
name-nya ICON+
yang
didirikan pada tanggal 3 oktober 2000 sebagai anak perusahaan dari
PT. PLN (Persero). ICON+
didirikan
untuk mendukung perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi
di Indonesia. Untuk menunjang bisnisnya sebagai perusahaan listrik,
PLN telah membangun,mengoperasikan, dan memelihara infrastruktur
telekomunikasi sendiri, yang terdiri dari kabel betegangan, jaringan
radio microwave, dan sejak tahun 1994 mengembangkan jaringan
broadband fiber optic digital. System telekomunikasi ini digunakan
untuk komunikasi internal dan transmisi data bagi keperluan operasi
tenaga listrik PLN di pulau jawa. Saat ini komunikasi data dan
internet memainkan peranan penting dalam bisnis maupun dalam kegiatan
masyarakat luas. Perkembangan teknologi dan besarnya permintaan
menuntut tersedianya kapasitas yang lebih besar dan transmisi yang
lebih cepat. Kenyataan yang dikemukakan di atasa menjadi dasar
didirikannya ICON+.
Sebenarnya saya magang di tempat yang salah,karena disekolah saya
hanya mempelajari sedikit tentang jaringan dan disekolah saya hanya
menitik beratkan ke aplikasi komputer saja sesuai dengan jurusan yang
disediakan. Saya nekat mengambil tawaran tersebut karena saya ingin
mengetahui bagaimana cara atau alur kerja dari PT PLN dan anak-anak
dari PT PLN tersebut,banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dari
teknisi-teknisi senior dari tempat magang tersebut yang tidak saya
dapatkan dibangku sekolah saya sangat bersyukur karena guru saya
bercerita kepada saya tidak gampang untuk masuk atau magang di
perusahaan tersebut. Selain di tawarkan magang di perusahaan saya
juga menerima undangan beasiswa di Politeknik Negeri Jakarta atau
lebih dikenal dengan trade name-nya Poltek UI. Setelah selesai
memenuhi syarat-syarat dan test dari kampus tersebut ternyata saya
terpilih dan harus mengukuti persyaratan berikutnya, yaitu sesi
wawancara langsung dengan kepala program Teknik Informatika dan saya
bertanya kepada beliau “maaf pak kalau sudah sampe sesi wawancara
seperti ini kemungkinan diterimanya berapa persen ya?” dan
beliaupun menjawab “tenang saja kalau sudah sampai sesi wawancara
seperti ini kemungkinan diterimanya 90%”. Mendengar jawaban dari
beliau hati saya pun senang karena selain saya bisa kuliah dengan
gratis dan tidak merepotkan orang tua saya pun mendapatkan uang tiap
bulannya dari Universitas tersebut. Akhirnya pengumuman itu pun
keluar via online ternyata saya tidak diterima di Universitas
tersebut dan Universitas tersebut tidak memberikan alasan apapun
kepada saya. Semenjak itu lah saya bingung mau mencari kuliah dimana
yang biayanya tidak terlalu mahal agar tidak merepotkan orang
tua,selang beberapa saat manager PT PLN (Persero) memberitahukan saya
bahwa banyak teknisi-teknisi senior yang sedang meneruskan Sarjananya
di Universitas IndraPrasta PGRI,semenjak itu lah saya melamar ke
Universitas tersebut bersama teman saya. Dan saat melewati test dari
unindra Alhamdulillah saya tidak mengalami kesulitan,hanya saja waktu
yang diberikan terlalu cepat sehinggi membuat saya tergesa-gesa dalam
mengerjakan test tersebut.
Selang
beberapa minggu setelah pengumuman kelulusan Unindra yaitu tepat pada
hari minggu,saya dan teman saya sedang berbicara di halaman rumah dan
tak disangka teman lama saya datang dengan mimic muka yang cemberut
dan sedih. Saya dan teman sayapun bertanya-tanya ada apa gerangan
dengan dia? Dan tak lama kemudian diapun mencertakan apa yang
terjadi,ternyata dia habis tertangkap polisi karena tidak menggunakan
helm dan tidak sampai disitu saja penderitaannya, sesampainya dirumah
ia melihat ibunya terbaring lemah tak berdaya, karena ia sangat
khawatir melihat keadaan ibunya akhirnya dia berinisiatif untuk
membawa ibunya kerumah sakit terdekat.
Sesampainya
dirumah sakit ia pun duduk terdiam merenung memikirkan uang untuk
biaya rumah sakit ibunya tersebut dan dia berinisiatif untuk meminjam
ke sanak-saudaranya, tetapi hal itu sia-sia belaka saudara-saudaranya
tidak ada yang memberikan apa yang diinginkan teman saya tersebut.
Setelah
dia mulai kelelahan karena mencari pinjaman kesana-kesini tanpa
mendapatkan hasil ia pun duduk berfikir sambil berkata “kemana saya
harus mencari uang untuk membayar uang berobat ibu?” dan akhirnya
ia datang kerumah sayadan langsung menceritakan semua yang terjadi.
Setelah ia selesai bercerita saya dan teman sayapun tersentuh untuk
membantunya karena kami merasa iya sangat baik dengan saya. Maka dari
itu kami berusaha mencari uang dengan cara apapun baik dengan
meminjam ke teman lama ataupun dengan cara menjual jasa yang
terpenting kami mendapatkan uang dengan cara yang halal dan niat kami
pun baik untuk menolong teman yang ibunya sedang sakit.
Setelah
berjam-jam kemudia usaha kami meminjam uang ke teman lamapun
membuahkan hasil,teman lama saya tersebut memberikan pinjaman uang
dan kamipun langsung bergegas menuju ke rumah sakit tempat ibu teman
kami dirawat tersebut. Dan sesampainya dirumah sakit kami bertigapun
dikagetkan dengan kabar yang mengharukan, ternyata ibu dari teman
kami tersebut menderita penyakit gagal ginjal dan diapun meninggal
karena telat dibawa kerumah sakit,memang pernyakit ini sudah tidak
asing didengar beberapa bulan yang lalu nenek sayapun mengidap
penyakit yang sama seperti ibunya teman saya dan ia juga meninggal
setelah seminggu dirawat di ruang ICU RSUP Fatmawati. Dan beberapa
bulan sebelumnya juga bapak saya meninggal di dalam kereta api tetapi
saya dan keluarga tidak tau apa penyebab meninggalnya bapak saya
tersebut. Sebenarnya saya pun tidak percaya mendengar kabar
tersebut,karena pada saat bapak saya meninggal saya sedang magang dan
sedang berada di lapangan untuk memasang bandwidth di daerah bekasi
barat di daerah kebalen. Mendengar kabar seperti itupun saya mencoba
berbicara kepada teknisi senior saya dan Alhamdulillah dia mengerti
keadaan saya dan akhirnya pemasangan bandwidth tersebut dilanjutkan
esok hari karena malempun semakin larut saya langsung pulang dengan
hati gundah gulana karena memikirkan bapak saya.
Sesampai
dirumah ternyata benar bapak saya sudah terbaring tak bernyawa di
karpet dan banyak yang membacakan surat Yasin. Saya pun nangis
bercampur tidak percaya bahwa benar bapak saya telah tiada, untungnya
ada saudara-saudara saya yang menenangkan sekaligus menggibur saya
dan keluarga saya untuk tetap bersabar menghadapi semua ini.
tugas pertama sudah saya lihat
BalasHapus